Bisnis Online - Seri Motivasi 412

Alangkah indahnya ya jika setiap kita yang Memasarkan Produk selalu dilandasi dengan motivasi untuk melayani konsumen, pasti hampir tidak ada pembeli yang kemudian tertipu ya? Kalaupun terjadi sesuatu hal seperti barang tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan pelanggan padahal mereka telah membayar duluan maka yang namanya melayani tentu juga berarti pemasar tersebut melakukan tugas after sales (purna jual) yang baik. Misalnya kalau kita punya toko atau yang lebih kecil seperti warung maka motivasinya adalah agar para tetangga bisa membeli keperluan sehari-hari lebih mudah, lebih dekat dibandingkan dengan harus pergi jauh ke pasar.


Sebaliknya kalau kita menjual dengan motivasi untung sendiri saja, maka kita akan sering kecewa. Contoh yang paling nyata adalah jika pemasaran yang kita maksudkan adalah pemasaran jaringan atau MLM. Ketika seseorang merekrut member baru dengan motivasi hanya untuk keuntungannya semata (keuntungan yang merekrut) maka pemain multi level marketing ini akan sering merasa kecewa ketika pemasar ini ditolak.

Andaikan contoh kita ini, yaitu pelaku multi level marketing tersebut motivasinya merekrut temannya adalah agar temannya ini dapat menikmati produk dengan baik serta juga bisa memperoleh keuntungan dalam bisnis jaringan tersebut maka si Upline (yang merekrut) akan memberikan layanan terbaik bagi downlinenya (yang direkrut), secara proporsional tentu saja, bukan memanjakan. Upline ingin agar downlinenya menikmati produk, ingin agar downlinenya mendapatkan hasil optimal dari bisnis tersebut, kemudian melayani downlinenya sampai bisa, kecuali downlinenya tidak mau dilayani.

Ketika Upline tersebut mengajak temannya berbisnis multilevel tersebut pun, kalau motivasinya agar temannya tersebut sukses, bukan semata untuk keuntungan upline semata, maka Upline tidak akan kecewa dan tidak merasa rugi, tidak merasa kapok, karena memang tidak rugi kalau orang lain tidak mau. Dan Upline tidak akan kapok atau ragu-ragu meneruskan kegiatannya melayani orang yang lain. Upline ini akan selalu bernergi, aktif dan kemudian menjadi produktif.

Seperti kita kedatangan seorang teman dan kita menawarkan es jeruk atau teh untuk teman ngobrol. Tentu maksud kita adalah sepenuhnya untuk teman itu tanpa embel-embel apapun selain melayani teman itu agar dahaganya haus. Mungkin saja teman itu tidak mau karena baru saja minum banyak misalnya. Tetapi jelas kita tidak akan kecewa, dan jelas pula kita tidak akan ragu untuk menawarkan es jeruk pada teman lain yang datang. Kita tak akan berprasangka misalnya: Jangan-jangan nanti tidak mau, ngga mau ah nanti ditolak, dan sebagainya.

Sering terjadi pada pelaku multilevel marketing yang tidak awet, kapok, takut meneruskan, tidak lagi berenergi untuk rekrut, karena takut ditolak, karena ia tidak berorientasi melayani, melainkan lebih memikirkan untung saja buat dia. Ketika ia sering ditolak maka ia pun mengalami banyak kekecewaan yang kemudian menggagalkan kesuksesannya di bidang tersebut. Agar tetap selalu bernergi, tidak cepat kapok maka pemasar multilevel tersebut perlu berorientasi melayani, seperti tadi memberikan es jeruk pada teman yang datang.

Tetapi sangat jelas, setiap orang yang melayani maka dia akan dilayani balik, secara langsung atau tak langsung. Seperti kita melayani laptop kita, kita beri dia batere atau listrik, kita tekan tombol ON nya maka laptop akan melayani kita. Contoh lain sepeda motor kita beri minum bensin, kita rawat, maka sepeda motor akan balik melayani kita, dia bawa kita pergi kemanapun kita mau. Itu sudah hukum alam, siapa yang melayani maka dia akan dilayani.

Seorang yang punya warung melayani tetangga yang beli di tempatnya akan dilayani pula, dalam bentuk selisih harga atau UNTUNG. Orang tua yang melayani anaknya pun demikian. Pemasar yang melayani pelanggannya dengan baik akan mendapatkan banyak keuntungan jangka panjang. Pelaku multilevel marketing yang melayani dengan baik dan proporsional orang yang direkrutnya pun akan jauh lebih sukses. Tentu saja yang namanya pelayanan tidak mengenal batas akhir. Do the best you can do.

Namun ingat, bagi kita yang dilayani jangan pula merasa manja dan minta terus dilayani. hehe..

Melayani pelanggan, melayani orang, bisa dengan sangat banyak cara. Seperti memberikan informasi yang baik, berbagi ilmu, berbagi cara, saling menyemangati, memberi motivasi, menghormati dan sebagainya adalah bentuk pelayanan. Menjadi ramah dan sabar serta rajin tersenyum pun sebuah layanan yang bagi saya tetap luar biasa. Setuju ya?

Semoga apapun produk atau jasa yang Anda pasarkan melalui bisnis online menjadi lebih laku, lebih laris.
Previous
Next Post »